Rabu, 24 Desember 2014

Potensi Wisata Alam Gua Pancur Kabupaten Pati

POTENSI wisata alam di Kabupaten Pati terbilang banyak. Bila dibagian utara ada Kebun Kopi Jolong serta Waduk Gunung­rowo, di segi selatan Bumi Mina Tani banyak pesona alam yang memikat hati.

Potensi Wisata Alam Gua Pancur Kabupaten Pati


Satu diantaranya Gua Pancur. Tempat wisata di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen ini mempunyai daya tarik mengagumkan. Meski belum berkembang jadi obyek wisata yang tambah nyaman, setidaknya eksotika gua yang di dalamnya penuh aliran air dengan pemandangan menawan memberi kesan sendiri untuk mereka yang menyaksikan.

Dari segi akses, sebetulnya gua sepanjang 850-an mtr. ini gampang. Tempat gua yang berajarak 3, 2 km. dari Jalan Raya Pati-Purwodadi, masuk lokasi Kayen, sung­guh strategis. Tetapi, masih tetap ada ruas jalan rusak serta jembatan sungai Desa Jimbaran tak layak se­hingga waktu musim hujan sering tergenang air.

Letak itu menjadikan gua bukan cuma warga Pati yang bisa menikmati keindahannya, Namun mereka yang dari Kudus, Grobogan, serta bahkan juga Solo yang kebetulan melalui jalur itu menuju Bumi Mina Tani bisa berkunjung sebentar untuk sebatas mengusir capek.
Selain dimanjakan dengan ke­indahan gua serta pemandangan alam, pengunjung dapat juga nikmati kesegaran air yang mengalir didalam gua.

Namun itu dulu...Kondisi Gua ini sekarang cukup memprihatinkan.
Goa pancur yang berlokasi di Kecamatan Kayen, udah hampir 11 tahun lalu hingga saat ini terkesan diterlantarkan. Goa Pancur yang harusnya bisa jadi tempat wisata yang dapat menghadirkan keuntungan, saat ini malah jadi tempat yang tidak terurus. Tidak cuma lokasi goanya, bangunan tempat peristirahatan yang ada di sekitar tempat object wisata itu, juga rusak. Tembok gedungnya roboh, sementara genting serta kayu-kayu penyangganya runtuh.

Menurut juru kunci Goa Pancur asal Desa Jimbaran Kecamatan Kayen, bernama Mbah Sahuri. Saat sebelum th. 1998, banyak orang-orang yang datang berkunjung untuk melihat serta berwisata ke Goa Pancur, namun saat ini sebaliknya sepi. Berkaitan bangunan yang ada di tempat wisata Goa Pancur, papar Mbah Sahuri yang telah ada dilokasi wisata itu mulai sejak th. 1955 itu, di bangun pada th. 1994. Sesudah ada reformasi yang menandai turunnya Suharto dari kursi Kepresidenan, pada th. 1998 bangunan mulai terbengkelai.

peninggalan bersejarah merupakan hasil ciptaan alam yang harus kita pelihara serta kita lestarikan, agar nilai-nilai sakral serta keunikanya itu senantiasa utuh serta menjadi tauladan untuk kita, karena sebaik-baik Manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain,.

Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan :)
Comments