Selasa, 06 Januari 2015

Terasi Juwana, Makin Terkenal di Indonesia

Juwana Pati - Bila anda melewati jalur timur pantura Semarang-Surabaya, anda tentu akan melewati kota kecil di daerah pesisir yang sangat produktif, yang tak lain kota Juwana. Kota ini memiliki beberapa produk lokal yang populer di daerah karisidenan Pati. Dari mulai product kerajinan kuningan, batik tulis, perikanan, garam, bandeng presto serta product kuliner yang lain. yang paling populer dibidang bumbu dapur yaitu Terasi Juwana. Terasi Juwana saat ini sedang populer karena rasanya yang makin digemari para ibu rumah tangga sebab selain rasanya yang khas, Terasi juwana memliki rasa yang sangat enak dan lezat. Penasaran ingin tahu bagaimana caranya pembuatannya, berikut ulasannya.


Terasi Juwana

Terasi Merupakan salah satu bahan penyedap rasa makanan yang terbuat tidak mengandung bahan kimia. Di Juwana terasi telah membudaya mulai sejak dahulu. Di kota kecil inilah banyak di produksi masyarakat, lantaran Juwana adalah daerah pesisir juga sebagai penghasil ikan serta satu diantaranya beberapa bahan terasi.

Produksi terasi Juwana adalah industri rumahan. Di buat dengan cara manual serta asli tanpa ada kombinasi beberapa bahan lain. Dengan cara inilah rasa serta kwalitas terasi Juwana lebih enak di banding dari terasi daerah lain, lantaran yang membedakan yaitu dari sisi bahan, serta sistem pembuatannya.


Adapun Cara pembuatan terasi Juwana di bawah ini ;
Pertama - Dari sisi bahan. Bahan terasi yaitu dari udang rebon (udang yang kecil-kecil serta lembut memiliki bentuk). Rebon sendiri ada dua macamnya. Pertama rebon dari tambak dan yang ke-2 rebon dari laut. Dari dua rebon yang tidak sama ini menghasilkan kwalitas dan rasa yang tidak sama. Kwalitas rasa yang paling enak serta mantab yaitu rebon dari tambak. Rebon tambak lebih enak lantaran kandungan garamnya lebih rendah serta masih tetap fresh segera di proses. Tidak sama rebon laut kandungan garamnya lebih tinggi umumnya menunggu lama saat sebelum di prose menjadi terasi. Umumnya terasi Juwana, bahannya dari rebon tambak lantaran umumnya mata pencarian masyarakat Juwana sebagian sebagai petani tambak.

TErasi Juwana

Kedua - Setelah itu pada tahap yang ke-2 yaitu rebon dari tambak dikeringkan. Pengeringan ini lewat cara dijemur dibawah panas terik matahari. Setelah kering, udang rebon digiling atau ditumbuk hingga halus kemudian dikempleng/pengemplengan selalu dijemur di bawah sinar matahari yang panas hingga 2 hari. Penggilingan, pengemplengan, serta penjemuran ini dikerjakan hingga 3 step. Maksudnya yaitu agar rebon itu betul-betul lembut serta halus. Terasi yang lembut lebih enak rasanya di bandingkan dengan terasi yang masih kasar.

Ketiga - Langkah yang ketiga yaitu fermentasi. Fermentasi tidak memakai bahan kimia apa pun dengan membiarkan terasi di tempat khusus. Lamanya  proses fermentasi terasi mencapai 6 bulan bahkan bisa mencapai 2 tahun. Terasi yang difermantasi yakni terasi yang telah halus atau yang sudah dihaluskan hingga tiga kali, kemudian di buat kotak-kotak besar serta disimpan di area khusus. Lamanya fermentasi juga memengaruhi bentuk struktur serta warna bahkan rasa dari terasi tersebut. Makin lama difermentasi atau makin tua umurnya makin enak rasanya. dari segi tekstur dan warna terasi yang difermentasi setahun, lebih kasar serta warnanya agak pucat, tidak sama dengan yang 1, 5 thn. teksturnya lebih halus serta warnanya mulai keluar bintik-bintik hitam, teksturnya lebih halus serta warnanya hitam. Proses pembuatan dengan fermentasi ini tidak ada yang melakukan dalam proses pembuatan di daerah lain kecuali di daerah Juwana.

Keempat -  Setelah difermentasi, terasi tersebut dipotong kecil-kecil sesuai ukuran. Ada yang ukuran 1 kg, 0, 5 kg, 1 ons dan seterusnya. sebelum dibungkus, terasi yang telah dipotong-potong itu dijemur kembali sekali dibawah panas matahari hingga diperoleh terasi yang sangatlah kering untuk melindungi kebersihan terasi agar tidak jamuran.


Beberapa produsen terasi Juwana sangat menjaga mutu product sebelum di pasarkan. Menjaga mutu ini dengan cara berusaha memperoleh bahan rebon yang mempunyai kwalitas yang baik, sealu menjaga kebersihan, waktu proses pembuatan yang tepat, tidak memberi campuran berbahan kimia, serta pengemasan yang baik.

Terasi Juwana nyaris di kenal di beberapa pelosok Nusantara. Bahkan emasarannya sampai nasional. Salah satu perusahan besar yang dapat memenuhi kebutuhan  nasional di Juwana yaitu  perusahaan “Selok Jaya”. Perusahaan ini termasuk perusahan terbesar di Jawa tengah yang memproduksi Terasi.


Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan :)
Comments