Senin, 24 Oktober 2016

Obyek Wisata Religi Yang Paling Populer di Pati

Wisata Pati - Mungkin bagi orang luar daerah Pati belum begitu banyak mengenal apalagi tahu kalau di daerah Pati sebenarnya banyak tempat religi yang konon merupakan tempat singgah para wali. apa saja dan dimanakah tempat wali itu ... ?

Obyek wisata Religi yang paling populer di Daerah Pati :

1. Makam Saridin ( Syeh Jangkung)

Objek Wisata  Makam Saridin atau populer dengan nama Syeh Jangkung konon adalah salah seseorang murid Sunan Kalijaga (Wali Songo).

Tempat : Makam itu terdapat di Desa Landoh, Kecamatan Kayen. Jarak dari kota Pati kurang lebih 17 km kearah selatan menuju Kabupaten Grobogan. Makam ini banyak dikunjungi orang sehari-hari Jumat Kliwon serta Jumat Legi. Upacara khol dikerjakan tiap-tiap 1 th. sekali yakni pada bln. Rajab tanggal 14-15 dalam rencana pergantian kelambu makam.
Sarana : Bangunan Pendopo serta bangunan masjid.

Makam ini ramai dikunjungi wisatawan, lebih-lebih hari Jum'at Pahing, pengunjung dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera bahkan juga Malaysia serta Singapura, bahkan petinju nasional kita Kris John Sering mampir di makam syeh Jangkung ini.

Tentang Upacara Haul ddilakukan setiap  tanggal : 14 – 15 bln. Rajab dengan acara : – Upacara Buka Selambu – Pasar Malam – Pengajian.

Sejarah :

Menurut narasi Saridin (Syeh Jangkung) dilahirkan di Desa Landoh Kiringan Tayu. Sesudah dewasa beliau berkelana di beberapa daerah Pulau Jawa bahkan juga hingga di Sumatera untuk menyebarkan Agama Islam. Saat masih hidup beliau berwasiat jika meninggal dunia supaya dimakamkan di Desa Landoh kec. Kayen.

Dikomplek Makam Saridin terdapat banyak makam :
a. Makam bakul legen yakni Prayoguna serta Bakirah.
b. Makam isteri-isterinya yakni RA Retno Jinoli serta RA Pandan Arum.

2. MAKAM MBAH TABEK MERTO

Object wisata : Kompleks makam kuno terdapat di Dukuh Domasan, Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo. Makam ini diprediksikan sudah ada mulai sejak era abad ke XVI pada saat awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Dilihat dari bentuk makam, bentuk nisan serta letak pemakaman, jadi makam kuno ini bisa disejajarkan dengan umur makam yang ada di Demak pada saat Kerajaan islam di Demak.

Melihat pada namanya, Tabek datang dari bhs Arab dari kata tabi’a yang bermakna yang ikuti atau pengikut. Yang disebut pengikut disini yaitu pengikut beberapa penyebar agama islam pada saat itu, yakni beberapa wali atau wali songo. Kompleks pemakaman kuno sekarang ini banyak dikunjungi orang lantaran dipercaya memiliki jalinan dengan beberapa wali.

Sarana : Jalan aspal
Peluang investasi : Pengembangan object wisata dengan bangunan fasilitas rekreasi.

3. Nyai Ag. Ngerang serta Ki Ag. Ngerang



Di luar itu Kab. Pati juga ada Tapak tilas (makam) Nyai Ageng Ngerang di Ds. Ngerang Kec. Tambakromo, yg ada di selatan Kayen.

Nyai Ageng Ngerang adalah putri bungsu Raden Bondan Kejawan dari sang bapak Sunan Tembayat (Kertabumi Brawijaya). Siti Rohmah Roro Kasian di peristri Ki Ag. Ngerang I putra dari Maulana Malik Ibrahim serta memiliki dua orang Putra.

Putra pertama yaitu seseorang putri yang diperistri Ki Ageng Selo, lalu yg ke-2 yaitu Ki Ageng Ngerang II (Ki Ageng Pati) makamnya ada di Ngerang Pakuan Juana.

4. SUNAN PRAWOTO

Ada pula Tapak Tilas Mbah Sunan Prawoto, yang terdapat di Ds. Prawoto, Kec. Sukolilo. Beberapa orang-orang menyebutnya makam Sunan Prawoto, putra Sultan Trenggono (sultan ke-3 Demak), serta kakak Ratu Kalinyamat.

Berdasar pada silsilahnya, Sunan Prawoto adalah salah seseorang cucu Sunan Kalijaga. Namun, ada pula yang menyebutnya makam Panembahan Prawoto, salah seseorang dari empat putra Sunan Prawoto, atau cicit Sunan Kalijaga. Konon sebutan mbah pada Mbah Sunan Prawoto datang dari kata Panembahan Prawoto.

Kelihatannya sangkaan ke-2 ini lebih masuk akal. Karena Sunan Prawoto dimakamkan di belakang Masjid Agung Demak, yang diapit makam ayahnya (Sultan Trenggono) serta Pangeran Chatib.

5. KIE AGENG GIRING

Ki Ageng Giring yaitu murid Sunan Kalijaga, beliau yaitu salah satu keturunan Brawijaya IV dari Retna Mundri yang hidup pada era XVI, dari perkawinanya dengan Nyi Talang Warih melahirkan dua orang putra, Rara Lembayung serta Wanakusuma atau Ki Ageng Giring atau Kyai Ageng Wonomenggolo.

Petilasan beliau ada di Ds. Sumbersoko Kec. Sukolilo Pati, serta ada di Ds./Kec. Palian Wonosari.

6. ANGKLING DARMA

Konon Prabu Angkling Darma yaitu keturunan ke-7 dari Raden Arjuna (Astina). Petilasan beliau ada di Ds. Mlawat Kec. Sukolilo Kab. Pati. Tetapi orang-orang lebih mengetahui petilasan Angkling Darma ada di Bojonegoro tepatnya di Ds. Wotan ngare Kec. Kalitidu, diluar itu Petilasan beliau juga ada di Ds. Sukakersa Kec. Cadasngampar Kab. Sumedang.

Selain makam itu Di desa Mlawat ini dapat ada Gua Pikulan Jalatunda, yang konon gua ini merupakan tempat bertapanya Naga Raja. Menurut beberapa Kyai yg memiliki daya linuwih, " Angkling Darma sudah masuk Islam beliau merupakan Hamba Allah yang bertauhid, hanya Beliau tak bersyariat seperti kita, mengikuti syariatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW ". demikian kata para kyai.

Diluar itu Pati juga ada Tempat keramat, satu diantaranya " Gerbang Majapahit " yang terdapat di Ds. Rondole, Kec. Margorejo. Menurut riset dinas berkenaan sekian waktu lalu, Gerbang itu datang dari saat Kerajaan Majapahit. Objek ini berkenaan juga dengan histori wali, terlebih Sunan Muria.

Alkisah, gerbang ini diusung dengan cara Goib oleh Raden Kebonyabrang dari Kerajaan Majapahit menuju Gunung Muria. Perintah itu datang dari ayahnya, Sunan Muria, untuk menguji iman, mental, serta kesaktian anaknya. Bahkan juga, Sunan Muria meminta supaya pekerjaan itu dapat dikerjakan cuma dalam satu malam.

Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan :)
Comments