Kamis, 23 Juli 2015

Tolak Pembangunan Pabrik Semen Warga Pati Memblokir Jalur Pantura

Media Pati - Aksi unjuk rasa warga pati untuk menolak pembangunan pabrik semen di daerah pegunungan kendheng kemari siang, kamis (23/7) berlangsung  hampir satu hari penuh. Pasalnya para pendemo baru membubarkan diri sekitar pukul 14.30 WIB. karena kelelahan pada fisik mereka setelah berorasi dari jam 09.00 WIB di Jalur Pantura Pati - Kudus.

Tolak Pembangunan Pabrik Semen Warga Pati Memblokir Jalur Pantura

Akibat aksi ribuan pendemo yang memblokir jalan Pantura tepatnya di depan pabrik Dua Kelinci menyebabkan jalan pantura macet total hingga berjam-jam lamanya. Hal ini karena bersamaan dengan tradisi arus balik mudik lebaran 1436 H.
Akibat aksi ribuan pendemo yang memblokir jalan Pantura ini menyebabkan jalan pantura macet total hingga berjam-jam lamanya. Hal ini karena bersamaan dengan tradisi arus balik mudik lebaran.
Puluhan Truk pendemo memblokir jalur pantura


Aksi unjuk rasa yang tadinya berjalan dengan baik berubah menjadi anarkis setelah pihak keamanan mengambil langkah persuasif berusaha membubarkan para pendemo dengan tembakan gas air mata. Pihak keamanan merasa aksi para pendemo sudah sangat mengganggu kepentingan publik.

Para pendemo mengaku sangat kecewa, pasalnya Bupati Pati, Haryanto tidak pernah menemui para pendemo untuk menyampaikan aspirasinya untuk menolak pendirian pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Tambakromo dan Kayen.

Selain menyebabkan kemacetan yang panjang, akibat aksi pendemo ini juga telah merusak sarana publik, seperti taman, lampu merah dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, Para pendemo semakin tidak terkendalikan setelah beberapa oknum pendemo juga melakukan penjarahan pada toko di sekitar lokasi.

Aksi pendemo yang tergabung dalam ALiansi Masyarakat Pati Selatan ini disebabkan lantaran adanya penerbitan Izin lingkungan untuk pendirian pabrik semen di kecamatan Sukolilo, Tambakromo, dan Kayen Pati Jawa Tengah, pada awal tahun 2015 kemarin.

Para pendemo beranggapan kalau pabrik semen jadi berdiri, ini akan dapat merusak lingkungan sekitar pegunungan kendheng. Selain itu juga akan berdampak pada rusaknya saluran irigasi dari pegunungan kendheng karena akan mematikan sumber air dari pegunugan dan ini bisa mengakibatkan terganggunya lahan pertanian di wilayah kayen dan sekitarnya.

Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan :)
Comments